Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam implementasi inovasi administrasi publik dalam rangka mewujudkan tata kelola pemerintahan tingkat kecamatan yang responsif, transparan, dan berorientasi publik di Kecamatan Toili, Kabupaten Banggai, Provinsi Sulawesi Tengah. Seiring dengan tuntutan reformasi birokrasi dan transformasi digital sektor publik, pemerintah kecamatan dituntut untuk mentransformasi pola pelayanan konvensional menjadi layanan yang adaptif dan inklusif. Pendekatan penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap 18 informan kunci (terdiri dari pejabat kecamatan, kepala desa, tokoh masyarakat, serta pengguna layanan), observasi lapangan, dan analisis dokumen resmi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kecamatan Toili telah meluncurkan tiga bentuk inovasi utama: (1) Sistem Pelayanan Administrasi Terpadu Kecamatan Berbasis Komunitas (PATEN-Plus), (2) Layanan Loket Keliling Desa (LONTARA-Toili), dan (3) Portal Transparansi Anggaran dan Informasi Publik DesaKecamatan (SITRANS-Toili). Penerapan inovasi ini secara signifikan meningkatkan tingkat responsivitas birokrasi (penurunan rata-rata waktu pemrosesan berkas dari 5 hari kerja menjadi 45 menit), keterbukaan informasi publik, serta indeks kepuasan masyarakat dari kategori 'Cukup' (64,2) menjadi 'Sangat Baik' (88,6). Namun, tantangan mendasar masih ditemukan pada keterbatasan infrastruktur jaringan telekomunikasi di area terpencil, resistensi budaya kerja aparatur senior, dan ketimpangan literasi digital masyarakat. Penelitian ini merekomendasikan penguatan kapasitas SDM birokrasi melalui pelatihan berkelanjutan, alokasi anggaran pemeliharaan sistem informasi terpadu, serta perluasan kemitraan multipihak (collaborative governance) dengan sektor swasta pertambangan dan perkebunan lokal guna mendukung pembiayaan keberlanjutan inovasi pelayanan publik.
Copyrights © 2026