Abstract Rutan Kelas I Pekanbaru runs a food security program in which inmates (WBP) grow vegetables as part of an independence-building activity. The harvest was previously sold from a small table in the visitor parking area, a location poorly reached by car-borne visitors and passers-by, with no visual promotional media, so the display looked unattractive and sales stayed below the site's potential. This community service activity identified the marketing condition before the intervention and designed a more strategic, visually appealing stand. Using observation, a focused group discussion with officers, material procurement, and staged construction with WBP, the team built WARTAPANG (Warung Ketahanan Pangan): a multi-tier shelf with an enclosed storage compartment, relocated to the front lounge, together with a promotional banner. By the end of the activity the shelf and banner were completed, while the effect on sales could not yet be measured since the next harvest was about two months away. The redesign aligns with prior findings that visual display and location accessibility raise consumer purchase interest Keywords : Marketing Stand, Food Security, Visual Merchandising, WBP. Abstrak Rutan Kelas I Pekanbaru menjalankan program ketahanan pangan melalui kegiatan pertanian sayuran yang melibatkan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) sebagai bagian dari pembinaan kemandirian. Hasil panen sebelumnya hanya dipasarkan melalui sebuah meja kecil di area parkiran kunjungan, lokasi yang kurang terjangkau bagi pengunjung berkendaraan roda empat maupun masyarakat yang melintas di depan Rutan, tanpa media promosi visual, sehingga tampilan produk kurang menarik dan penjualan belum mencerminkan potensi produksi. Kegiatan pengabdian ini mengidentifikasi kondisi pemasaran sebelum inovasi serta merancang titik penjualan yang lebih strategis dan menarik. Melalui observasi lapangan, diskusi kelompok terfokus bersama petugas, pengadaan bahan, dan implementasi konstruksi bertahap bersama WBP, tim membangun WARTAPANG (Warung Ketahanan Pangan) yang terdiri dari rak bertingkat berbahan triplek tebal dengan ruang penyimpanan tertutup, dipindahkan ke area lounge depan Rutan, disertai banner promosi. Hingga akhir kegiatan, rak dan banner telah selesai dibangun, sementara dampaknya terhadap penjualan belum dapat diukur karena musim panen berikutnya baru berlangsung sekitar dua bulan kemudian. Inovasi ini sejalan dengan kajian terdahulu bahwa tampilan visual dan aksesibilitas lokasi berpengaruh terhadap minat beli konsumen. Kata kunci : Stand Pemasaran, Ketahanan Pangan, Visual Merchandising, WBP.
Copyrights © 2025