Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi Supportive Work Environment, Organizational Learning Culture, dan Organizational Performance pada karyawan perusahaan logistik di Batam, dengan Learning Agility sebagai variabel mediasi. Batam, sebagai kawasan ekonomi khusus dengan posisi strategis di jalur perdagangan internasional, memiliki potensi besar untuk menjadi pusat logistik utama di Asia Tenggara. Namun, infrastruktur logistiknya belum sepenuhnya optimal, dan karyawan kurir menghadapi tantangan seperti tingkat stres tinggi dan tuntutan teknologi yang berubah cepat. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan Partial Least Square (PLS) dan data dikumpulkan melalui kuesioner dari 100 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Supportive Work Environment (H1) dan Organizational Learning Culture (H2) berpengaruh positif terhadap Learning Agility, serta Learning Agility (H3) berpengaruh positif terhadap Organizational Performance. Selain itu, Supportive Work Environment (H4) dan Organizational Learning Culture (H5) juga berpengaruh positif terhadap Organizational Performance. Penelitian ini merekomendasikan bahwa perusahaan logistik di Batam perlu mengembangkan lingkungan kerja yang mendukung dan budaya pembelajaran yang kuat untuk meningkatkan kemampuan belajar cepat (learning agility) karyawan dan kinerja organisasi secara keseluruhan.
Copyrights © 2026