Kajian ini dilakukan untuk memahami literasi keuangan serta perannya dalam membangun kemandirian finansial mahasiswa rantau Papua yang tinggal di Asrama Mahasiswa Nusantara (AMN) Surabaya. Mahasiswa rantau menghadapi tantangan pengelolaan keuangan yang lebih kompleks karena harus beradaptasi dengan lingkungan baru, mengelola kebutuhan hidup secara mandiri, serta mengandalkan dana beasiswa sebagai sumber utama pembiayaan selama masa studi. Penelitian ini dilaksanakan dengan pendekatan kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Informan penelitian terdiri dari mahasiswa rantau Papua penghuni Asrama Mahasiswa Nusantara Surabaya serta informan pendukung yang terlibat dalam pembinaan mahasiswa. Data penelitian diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan kajian dokumen. Selanjutnya, data dianalisis melalui proses reduksi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa rantau Papua telah memiliki pemahaman literasi keuagan yang memadai, terutama terkait pengelolaan pemasukan, pengeluaran, dan penyusunan prioritas kebutuhan. Namun, penerapan literasi keuangan dalam kehidupan seharihari belum sepenuhnya konsisten karena masih dipengaruhi oleh perilaku konsumtif, tekanan lingkungan sosial, budaya kolektivitas, dan keterbatasan pengendalian diri. Penelitian ini menemukan bahwa literasi keuangan memiliki peran penting sebagai fondasi penting untuk membangun kemandirian finansial mahasiswa, tetapi efektivitasnya sangat bergantung pada kemampuan individu dalam menerjemahkan pengetahuan keuangan menjadi perilaku keuangan yang berkelanjutan. Dengan demikian, kemandirian finansial mahasiswa bukan hanya ditentukan dari tingkat pemahaman keuangan, tetapi dari kemampuan adaptasi sosial dan pengelolaan perilaku finansial secara konsisten.
Copyrights © 2026