Desa Bungintende merupakan wilayah kepulauan yang belum terjangkau jaringan listrik PLN dan memiliki keterbatasan lahan, sehingga membutuhkan alternatif elektrifikasi berbasis energi terbarukan yang efisien dalam pemanfaatan ruang. Penelitian ini bertujuan merancang dan mengevaluasi Pohon Surya modular sebagai sistem PLTS standalone untuk elektrifikasi desa, serta mengoptimasi geometri guna menekan mutual shading loss dan mengestimasi kebutuhan unit serta biaya investasi. Metode penelitian meliputi analisis kebutuhan energi, preliminary sizing, penyusunan geometri awal berbasis pola Fibonacci yang disimplifikasi, pemodelan tiga dimensi, optimasi parametrik sudut rotasi, radius bracket, dan tilt, simulasi near shading dan standalone menggunakan PVsyst versi 8, penentuan jumlah unit, serta estimasi biaya investasi konseptual. Satu unit terdiri atas 30 modul 550 Wp dengan kapasitas 16,5 kWp. Konfigurasi akhir menggunakan tambahan rotasi 60°, penambahan radius 50%, dan tilt 15° sehingga near shading loss turun dari 20,5% menjadi 15,3%. Satu unit menghasilkan Useful Energy 19.826 kWh/tahun dengan Performance Ratio 62,42% dan Solar Fraction 96,98%. Kebutuhan desa sebesar 204.400 kWh/tahun memerlukan 11 unit atau 181,5 kWp dengan estimasi investasi konseptual sekitar Rp25,23 miliar yang didominasi oleh sistem penyimpanan energi. Simpulan penelitian ini menunjukkan bahwa Pohon Surya modular berpotensi menjadi alternatif PLTS standalone yang efisien ruang bagi wilayah kepulauan, namun tetap memerlukan verifikasi teknis lebih lanjut sebelum implementasi.
Copyrights © 2026