Resistensi antimikroba menjadi tantangan dalam pengembangan terapi antibakteri sehingga diperlukan eksplorasi sumber mikroorganisme baru penghasil senyawa antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi, mengisolasi, mengkarakterisasi, dan mengevaluasi potensi antibakteri bakteri indigenous dari sedimen Sungai Batanghari, Danau Sipin, sedimen mangrove, dan limbah cair kelapa sawit (palm oil mill effluent/POME) terhadap bakteri patogen. Isolat bakteri diperoleh melalui metode isolasi dan pemurnian, kemudian dilakukan karakterisasi morfologi, pewarnaan Gram, uji biokimia, serta pengujian aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi cakram terhadap Escherichia coli, Staphylococcus aureus, Pseudomonas aeruginosa, dan Salmonella Typhi. Hasil penelitian menunjukkan adanya variasi karakter morfologi dan fisiologi pada isolat dari berbagai sumber lingkungan. Beberapa isolat memiliki aktivitas antibakteri dengan tingkat penghambatan yang berbeda. Isolat SBHD 44 dan SBHD 67 menunjukkan aktivitas kuat terhadap S. aureus, sedangkan isolat LCM 7 dari POME menunjukkan aktivitas tertinggi terhadap E. coli dengan zona hambat 21,07 mm. Isolat dari Danau Sipin dan sedimen mangrove juga menunjukkan aktivitas antibakteri terhadap bakteri uji tertentu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sedimen akuatik dan POME berpotensi sebagai sumber bakteri indigenous penghasil senyawa antibakteri yang dapat dikembangkan lebih lanjut.
Copyrights © 2026