Latar belakang: Pegagan (Centella asiatica) merupakan tanaman obat yang telah lama digunakan dalam pengobatan tradisional dan diketahui mengandung senyawa aktif golongan triterpenoid, khususnya asiatikosida, yang berpotensi meningkatkan fungsi kognitif. Namun penggunaan ekstrak herba pegagan dalam sediaan pangan fungsional sering terkendala oleh rasa pahit yang dapat menurunkan penerimaan konsumen. Penambahan vitamin C dalam formulasi tidak hanya berperan menutupi rasa pahit, namun memberikan aktivitas antioksidan yang mendukung manfaat kesehatan produk. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan sediaan gummy candies dari kombinasi ekstrak herba pegagan dan vitamin C dengan variasi konsentrasi gelling agent, serta mengevaluasi mutu fisik, stabilitas, dan tingkat penerimaan panelis. Metode: Penelitian menggunakan rancangan eksperimental dengan empat formula, yaitu F1 (gelatin 20%), F2 (gelatin 20% : pektin 1%), F3 (gelatin 20% : karagenan 1%), dan F4 (gelatin 20% : karagenan 3%). Evaluasi mutu meliputi uji organoleptik, pH, keseragaman bobot, kadar air, kadar abu, gula reduksi, cemaran logam Pb, cemaran mikroba, tekstur, uji hedonik, serta stabilitas pada suhu ruang. Hasil: Seluruh formula memenuhi persyaratan mutu gummy candies sesuai SNI 3547.2-2008, baik dari segi parameter fisikokimia maupun keamanan. Diantara formula yang diuji, maka F3 memberikan hasil terbaik dengan nilai kekerasan 571,95 gf dan kekenyalan 8,66 mJ yang paling mendekati produk pembanding di pasaran. Selain itu F3 memperoleh skor kesukaan tertinggi dari panelis pada parameter warna, aroma dan rasa. Kesimpulan: Gummy Candies ekstrak herba pegagan dan vitamin C yang menggunakan gelatin 20% dan karagenan 1% (F3) direkomendasikan sebagai formula yang dapat dikembangkan sebagai pangan fungsional.
Copyrights © 2025