Latar Belakang: Pemeriksaan electroencephalography (EEG) merupakan prosedur diagnostik non-invasif yang sering menimbulkan kecemasan pada pasien akibat kurangnya informasi mengenai prosedur, alat yang digunakan, serta ketidakpastian terhadap hasil pemeriksaan. Kecemasan yang tidak teratasi dapat memengaruhi kenyamanan dan kerja sama pasien selama proses pemeriksaan. Edukasi digital melalui media video dapat menjadi salah satu strategi keperawatan untuk meningkatkan pemahaman dan kesiapan psikologis pasien. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi digital terhadap kecemasan pasien pre-electroencephalography (EEG) di RSUD Kota Bandung. Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasi experiment dengan pendekatan two group pretest-posttest control group design. Sampel penelitian berjumlah 64 pasien yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling, terdiri dari 32 responden kelompok kontrol dan 32 responden kelompok eksperimen. Instrumen pengukuran kecemasan menggunakan Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS). Analisis data menggunakan uji paired sample t-test dan independent sample t-test. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan terdapat penurunan skor kecemasan pada kelompok eksperimen setelah diberikan edukasi digital, dengan nilai rata-rata kecemasan menurun dari 20,31 menjadi 8,84. Hasil uji independent sample t-test menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok kontrol dan kelompok eksperimen dengan nilai p < 0,05. Kesimpulan: Edukasi digital berbasis video berpengaruh terhadap penurunan kecemasan pasien pre-electroencephalography (EEG). Media edukasi digital dapat menjadi alternatif intervensi keperawatan dalam meningkatkan kesiapan pasien sebelum menjalani prosedur diagnostik.
Copyrights © 2026