ABSTRAK Kesepian merupakan masalah psikologis yang sering dialami lansia, terutama mereka yang tinggal di panti sosial. Keterbatasan interaksi dan minimalnya dukungan sosial dapat meningkatkan risiko kesepian yang berdampak negatif terhadap kesehatan mental maupun fisik, seperti penurunan kualitas hidup, depresi, kecemasan, stres, gangguan tidur, hipertensi, hingga penyakit kardiovaskular. Berbagai faktor dapat mempengaruhi tingkat kesetaraan, antara lain usia, jenis kelamin, status perkawinan, status sosial ekonomi, serta dukungan sosial teman sebaya. Di antara faktor-faktor tersebut, dukungan teman sebaya memiliki peran penting dalam menurunkan kesepian karena melalui interaksi positif lansia dapat merasa dihargai, diperhatikan, dan memiliki makna sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis gambaran dukungan sosial teman sebaya pada lansia di panti sosial. Desain penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian berjumlah 160 lansia di Balai Perlindungan Tresna Werdha Ciparay Kabupaten Bandung, dengan sampel 71 responden yang dipilih melalui purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan Social Provisions Scale (SPS) untuk mengukur dukungan sosial teman sebaya dan UCLA Loneliness Scale untuk mengukur tingkat kesetaraan. Analisis data dilakukan secara univariat. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden mengalami kesetaraan tinggi (71,8%) dan memiliki dukungan sosial teman sebaya rendah (94,4%). Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi pihak panti sosial untuk merancang program intervensi yang fokus pada peningkatan interaksi antar penghuni, seperti kegiatan kelompok dan penguatan dukungan
Copyrights © 2026