Sektor logistik dan manufaktur Indonesia berkontribusi terhadap emisi gas rumah kaca akibat tingginya ketergantungan pada bahan bakar fosil. Penelitian ini bertujuan menganalisis potensi IoT dan Big Data dalam mendukung efisiensi logistik, pengurangan konsumsi energi dan emisi, serta pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB). Penelitian menggunakan Systematic Literature Review (SLR) dengan pendekatan deskriptif-kualitatif berdasarkan protokol PRISMA. Dari 187 artikel yang diidentifikasi melalui Google Scholar, SCOPUS, ScienceDirect, Garuda, dan SINTA, diperoleh 15 artikel yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil menunjukkan bahwa integrasi IoT dan Big Data dapat mengoptimalkan rute distribusi, mengurangi konsumsi energi dan emisi karbon, serta mendukung pemanfaatan energi alternatif yang selaras dengan TPB 7, 9, 11, 12, dan 13. Implementasinya masih menghadapi kendala investasi awal, kesenjangan infrastruktur digital, keterbatasan SDM, dan regulasi. Kebaruan penelitian terletak pada integrasi IoT, Big Data, energi alternatif, dan TPB dalam konteks logistik hijau Indonesia. Penelitian merekomendasikan sinergi kebijakan, inovasi teknologi, dan penguatan SDM untuk mempercepat transformasi logistik hijau berbasis teknologi. Indonesia’s logistics and manufacturing sectors contribute significantly to greenhouse gas emissions due to their dependence on fossil fuels. This study examines the potential of IoT and Big Data to improve logistics efficiency, reduce energy consumption and carbon emissions, and support the Sustainable Development Goals (SDGs). A Systematic Literature Review (SLR) using a descriptive-qualitative approach was conducted following the PRISMA protocol. Of 187 articles identified through Google Scholar, SCOPUS, ScienceDirect, Garuda, and SINTA, 15 met the inclusion criteria. The findings indicate that integrating IoT and Big Data can optimize distribution routes, reduce energy consumption and carbon emissions, and support alternative energy adoption in line with SDGs 7, 9, 11, 12, and 13. Key barriers include high initial investment, uneven digital infrastructure, limited skilled personnel, and inadequate regulations. The novelty lies in integrating IoT, Big Data, alternative energy, and SDG attainment within Indonesia’s green logistics context. The study recommends strengthening policy, technological innovation, and human resource capacity to accelerate technology-based green logistics transformation in Indonesia.
Copyrights © 2026