Bandung Conference Series: Industrial Engineering Science
569-578

Usulan Perbaikan Pengendalian Kualitas untuk Mengurangi Cacat Produk di PT. Temaru Engineering Indonesia dengan Metode Six Sigma

Fauzan Nugraha Gonzales (Prodi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Islam Bandung, Indonesia)
M Dzikron (Prodi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Islam Bandung, Indonesia)
Dewi Shofi Mulyati (Prodi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Islam Bandung, Indonesia)



Article Info

Publish Date
30 Nov -0001

Abstract

Abstract. The manufacturing industry regards production process quality as a critical factor alongside final product quality, as controlling work-in-process allows for the detection and rectification of defects before production is complete. Products failing to meet quality standards result in cost inefficiencies due to rework or scrap, while also negatively impacting the company's image and consumer trust. Driven by rising domestic demand, exports, and investment, the growth of Indonesia's manufacturing sector has heightened expectations for product quality. PT Temaru Engineering Indonesia (PT TEIN), a manufacturer of automotive components such as subscrews and bevel gears, faces challenges in maintaining product quality amidst increasing demand. Despite established quality standards, defects including cracks, holes, and rough surfaces persist, rendering products unfit for use and driving up production costs. This study employs the Six Sigma methodology using the DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, and Control) approach. Six Sigma aims to reduce process variation and product defects through data-driven analysis, while DMAIC is utilized to identify issues, measure process performance, analyze root causes, design improvements, and maintain control over outcomes. The findings indicate that the quality of bevel gears and subscrews requires ongoing control and improvement. An analysis of defect rates using the Defects per Million Opportunities (DPMO) metric identified production processes and human resource factors as the primary sources of defects. Improvement efforts prioritize strengthening production processes and enhancing workforce communication and engagement, with a priority weight of 3.45. The control phase involves implementing consistent procedures to ensure sustained product quality and improve production process effectiveness. Abstrak. Industri manufaktur menempatkan kualitas proses produksi sebagai faktor penting selain kualitas produk akhir, karena pengendalian pada work in process memungkinkan deteksi dan perbaikan cacat sebelum produk selesai diproduksi. Produk yang tidak memenuhi standar kualitas menimbulkan pemborosan biaya akibat rework atau scrap, serta berdampak pada citra perusahaan dan kepercayaan konsumen. Pertumbuhan sektor manufaktur di Indonesia yang didorong oleh peningkatan permintaan domestik, ekspor, dan investasi menjadikan tuntutan terhadap kualitas produk semakin tinggi. PT Temaru Engineering Indonesia (PT TEIN), sebagai perusahaan manufaktur komponen otomotif seperti subscrew dan bevel gear, menghadapi tantangan dalam menjaga kualitas produk seiring meningkatnya permintaan. Meskipun perusahaan telah menetapkan standar kualitas, masih ditemukan kecacatan berupa retakan, lubang, dan permukaan kasar yang menyebabkan produk tidak layak digunakan serta meningkatkan biaya produksi. Penelitian ini menggunakan metode Six Sigma dengan pendekatan DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, dan Control). Six Sigma bertujuan mengurangi variasi proses dan cacat produk berdasarkan data, sedangkan DMAIC digunakan untuk mengidentifikasi permasalahan, mengukur kinerja proses, menganalisis penyebab utama, merancang perbaikan, dan mengendalikan hasil secara berkelanjutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas produk bevel gear dan subscrew masih memerlukan pengendalian serta perbaikan berkelanjutan. Analisis tingkat kecacatan melalui perhitungan Defects per Million Opportunities (DPMO) mengidentifikasi bahwa penyebab utama cacat berasal dari proses produksi dan faktor sumber daya manusia. Prioritas perbaikan difokuskan pada penguatan proses produksi dan peningkatan komunikasi serta keterlibatan tenaga kerja dengan bobot prioritas 3,45. Tahap pengendalian dilakukan melalui penerapan prosedur yang konsisten untuk menjaga kualitas produk secara berkelanjutan dan meningkatkan efektivitas proses produksi.

Copyrights © 0000






Journal Info

Abbrev

BCSIES

Publisher

Subject

Control & Systems Engineering Decision Sciences, Operations Research & Management Engineering Industrial & Manufacturing Engineering

Description

Bandung Conference Series: Industrial Engineering Science (BCSIES) menerbitkan artikel penelitian akademik tentang kajian teoritis dan terapan serta berfokus pada Teknik Industri dengan ruang lingkup, NASA-TLX, Alat Kualitas, Analisis SWOT, Analytical Hierarchy Process, Arsitektur Sistem Informasi ...