Bandung Conference Series: Industrial Engineering Science
589-596

Pengaruh Jenis Biomassa dan Waktu Pirolisis terhadap Kualitas Biochar sebagai Bahan Bakar Padat Terbarukan

Sulfitri (Prodi Magister Teknik Kimia, Program Pascasarjana, Universitas Muslim Indonesia, Makassar, Indonesia)
A. Suryanto (Prodi Magister Teknik Kimia, Program Pascasarjana, Universitas Muslim Indonesia, Makassar, Indonesia)
Ruslan Kalla (Prodi Magister Teknik Kimia, Program Pascasarjana, Universitas Muslim Indonesia, Makassar, Indonesia)



Article Info

Publish Date
30 Nov -0001

Abstract

Abstract. Sigi has an untapped biomass potential, thus encouraging the use of biomass waste as a renewable energy source. This study aims to analyze the effect of biomass type and pyrolysis time on biochar quality and evaluate its suitability as a solid fuel. The study used a quantitative experimental method with biochar objects produced from rice husk biomass and mixed biomass (corn cobs, coffee husks, and cocoa husks) in a ratio of 30%:50%:20%. Pyrolysis was carried out at a temperature of 400°C with time variations of 60, 90, 120, 150, and 180 minutes. Data were analyzed based on parameters such as water content, ash content, volatile matter content, bound carbon, and calorific value, then compared with SNI 1683:2021. The results showed that the mixed biomass produced better quality biochar, characterized by a calorific value of 5,410 cal/g, bound carbon of 73,27%, and ash content of 2,06%. The best results were mixed biomass for 150 minutes with a moisture content of 3.95%, ash content of 2,90%, volatile matter content of 35.76%, bound carbon content of 74,85%, and a calorific value of 5,606 cal/g. Increasing pyrolysis time improved the carbonization quality. All samples met the moisture content requirements, but did not meet all the quality parameters of wood charcoal. Optimization of the carbonization process is needed to improve the quality of biochar so that it is suitable for development as a renewable solid fuel. Abstrak. Kabupaten Sigi memiliki potensi biomassa yang belum dimanfaatkan secara optimal, sehingga mendorong pemanfaatan limbah biomassa sebagai sumber energi terbarukan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh jenis biomassa dan waktu pirolisis terhadap kualitas biochar serta mengevaluasi kesesuaiannya sebagai bahan bakar padat. Penelitian menggunakan metode kuantitatif eksperimental dengan objek biochar yang dihasilkan dari biomassa sekam padi dan biomassa campuran (tongkol jagung, kulit kopi, dan kulit kakao) rasio 30%:50%:20%. Pirolisis dilakukan pada suhu 400°C dengan variasi waktu 60, 90, 120, 150, dan 180 menit. Data dianalisis berdasarkan parameter kadar air, kadar abu, kadar zat terbang, karbon terikat, dan nilai kalor, kemudian dibandingkan dengan SNI 1683:2021. Hasil menunjukkan biomassa campuran menghasilkan biochar dengan kualitas lebih baik, ditandai nilai kalor 5.410 kal/g, karbon terikat 73,27%, dan kadar abu 2,06%. Hasil terbaik yaitu biomassa campuran selama 150 menit memiliki kadar air 3,95%, kadar abu 2,90%, kadar zat terbang 35,76%, karbon terikat 74,85%, dan nilai kalor 5.606 kal/g. Peningkatan waktu pirolisis meningkatkan kualitas karbonisasi. Seluruh sampel memenuhi persyaratan kadar air, namun belum memenuhi seluruh parameter mutu arang kayu. Optimasi proses karbonisasi diperlukan untuk meningkatkan kualitas biochar sehingga layak dikembangkan sebagai bahan bakar padat terbarukan.

Copyrights © 0000






Journal Info

Abbrev

BCSIES

Publisher

Subject

Control & Systems Engineering Decision Sciences, Operations Research & Management Engineering Industrial & Manufacturing Engineering

Description

Bandung Conference Series: Industrial Engineering Science (BCSIES) menerbitkan artikel penelitian akademik tentang kajian teoritis dan terapan serta berfokus pada Teknik Industri dengan ruang lingkup, NASA-TLX, Alat Kualitas, Analisis SWOT, Analytical Hierarchy Process, Arsitektur Sistem Informasi ...