Latar belakang: Jepang yang memiliki proporsi penduduk lansia tertinggi di dunia. Lansia mengalami berbagai perubahan fisiologis dan kognitif yang dapat memengaruhi keseimbangan tubuh serta meningkatkan risiko jatuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran keseimbangan fisik berdasarkan karakteristik usia dan fungsi kognitif pada lansia di Iryouhoujin Izumi Ga Oka Hospital Osaka, Jepang. Metode: Metode Penelitian ini menggunakan deskriptif kuantitatif dengan teknik non-probability sampling jenis purposive sampling. Sampel berjumlah 23 lansia berusia 60–100 tahun. Instrumen yang digunakan adalah Mini Mental State Examination (MMSE) untuk menilai fungsi kognitif dan Berg Balance Scale (BBS) untuk menilai keseimbangan fisik. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berada pada kelompok usia 75-90 tahun sebanyak 17 (73,9%) responden, dan responden dengan fungsi kognitif berat sebanyak 13 (56,5%) responden. Gambaran keseimbangan yang dimiliki responden usia 75-90 tahun mengalami risiko jatuh rendah sebanyak 8 (34,8%) responden dan responden dengan fungsi kognitif ringan yang mengalami risiko jatuh rendah sebanyak 7 (30,4%) responden. Hasil tabulasi silang menunjukkan lansia usia Very Old (>90 tahun) memiliki proporsi risiko jatuh tinggi terbesar, sedangkan pada lansia dengan gangguan kognitif berat memiliki risiko jatuh yang lebih tinggi dibandingkan kelompok dengan gangguan kognitif ringan.
Copyrights © 2026