Latar Belakang : Gangguan kesehatan mental merupakan isu global yang semakin meningkat dengan prevalensi yang tinggi baik secara internasional maupun di Indonesia. Mahasiswa keperawatan dianggap sebagai kelompok yang rentan karena berada pada tahap transisi menuju kedewasaan, menghadapi tekanan akademik, serta memiliki kesadaran dan literasi yang masih terbatas mengenai kesehatan mental. Metode : Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan status kesehatan mental dan tingkat literasi kesehatan mental pada mahasiswa keperawatan serta mengeksplorasi karakteristik yang dapat memengaruhi kondisi tersebut. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif deskriptif dengan melibatkan 215 mahasiswa keperawatan yang dipilih berdasarkan kriteria inklusi. Instrumen yang digunakan adalah Self-Reporting Questionnaire (SRQ-20) untuk mengukur kesehatan mental dan Mental Health Literacy Scale (MHLS) untuk menilai literasi kesehatan mental. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berusia 20 tahun (31,63%), berjenis kelamin perempuan (81,4%), bersuku Jawa (94,4%), lulusan sekolah menengah kejuruan (43,3%), tinggal terpisah dari orang tua (61,9%), mengakses informasi kesehatan mental (89,77%) terutama melalui TikTok (35,81%), belum pernah mengikuti kegiatan terkait kesehatan mental (26,51%), memiliki orang tua dengan pendidikan terakhir SMA (36,28%), serta memiliki pendapatan orang tua antara Rp2.000.000–Rp5.000.000 (51,16%). Kesimpulan : Temuan ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi kebijakan institusi untuk meningkatkan literasi kesehatan mental mahasiswa serta menciptakan lingkungan akademik yang mendukung kesehatan psikologis. Kata kunci: Kesehatan Mental, Literasi, Mahasiswa Keperawatan, Universitas.
Copyrights © 2026