Bandung Conference Series: Mining Engineering
73 - 80

Kajian Geometri Jalan Tambang dalam Upaya Meningkatkan Produksi Pengangkutan Overburden

Eryan Refly (Teknik Pertambangan, Fakultas Teknik, Universitas Islam Bandung)
Iswandaru (Teknik Pertambangan, Fakultas Teknik, Universitas Islam Bandung)
Linda Pulungan (Teknik Pertambangan, Fakultas Teknik, Universitas Islam Bandung)



Article Info

Publish Date
30 Nov -0001

Abstract

Abstract. PT Bukit Asam Tbk is a coal mining company located in Merapi Barat District, Lahat Regency, South Sumatra Province, operating under a Mining Business License (IUP) covering approximately 2,861.21 hectares. The company uses a Komatsu PC-2000 excavator and HD-785 dump trucks for overburden removal. However, the production target has not been achieved due to haul road geometry that does not fully comply with Kepmen No. 1827/K/30/MEM/2018 and AASHTO standards. This study evaluates haul road geometry and its influence on equipment productivity. The evaluated parameters include road width on straight and curved sections, road grade, curve radius, superelevation, cross slope, and rimpull. Primary and secondary data were analyzed and compared with the applicable standards. The results show that straight road widths range from 18.25–39.88 m and curved road widths from 22.23–42.42 m. Road grades vary between 0.36% and 17.61%, requiring improvement on one segment exceeding the 12% standard, while superelevation values of 0–4.65% were improved through simulation. Before improvement, loading and hauling productivity were 551.08 BCM/h and 550.58 BCM/h, respectively, below the 600 BCM/h target. After improving the haul road geometry, productivity increased to 711.49 BCM/h and 638.08 BCM/h, while hauling cycle time decreased from 18.11 to 16.51 minutes, contributing to improved operational performance and achievement of the production target. Abstrak. PT Bukit Asam Tbk merupakan perusahaan pertambangan batubara yang berlokasi di Kecamatan Merapi Barat, Kabupaten Lahat, Provinsi Sumatera Selatan, dengan luas Izin Usaha Pertambangan (IUP) sekitar 2.861,21 hektare. Dalam kegiatan pengupasan overburden, perusahaan menggunakan excavator Komatsu PC-2000 sebagai alat muat dan dump truck HD-785 sebagai alat angkut. Namun, target produksi belum tercapai karena geometri jalan angkut belum sepenuhnya memenuhi standar Kepmen No. 1827/K/30/MEM/2018 dan AASHTO. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi geometri jalan angkut dan menganalisis pengaruhnya terhadap produktivitas alat muat dan alat angkut. Parameter yang dikaji meliputi lebar jalan lurus, lebar jalan tikungan, grade jalan, jari-jari tikungan, superelevasi, cross slope, dan rimpull. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lebar jalan lurus berkisar 18,25–39,88 m, lebar jalan tikungan 22,23–42,42 m, dan grade jalan 0,36–17,61%, sehingga diperlukan perbaikan pada satu segmen yang melebihi batas maksimum 12%. Nilai superelevasi sebesar 0–4,65% juga ditingkatkan melalui simulasi. Setelah perbaikan geometri jalan, produktivitas alat muat meningkat dari 551,08 menjadi 711,49 BCM/jam dan alat angkut dari 550,58 menjadi 638,08 BCM/jam. Peningkatan tersebut dipengaruhi oleh penurunan cycle time alat angkut dari 18,11 menit menjadi 16,51 menit sehingga target produksi perusahaan dapat tercapai.

Copyrights © 0000






Journal Info

Abbrev

BCSME

Publisher

Subject

Control & Systems Engineering Energy Engineering Materials Science & Nanotechnology

Description

Bandung Conference Series: Mining Engineering (BCSME) menerbitkan artikel penelitian akademik tentang kajian teoritis dan terapan serta berfokus pada Teknik Pertambangan dengan ruang lingkup Analisis sensitivitas Net Present Value (NPV), Anggaran Biaya Crushing Plant, API 5L Grade B, Belt Conveyor, ...