Penelitian ini menganalisis pemanfaatan media sosial oleh SPN Batua Makassar untuk membentuk citra institusi di tengah narasi negatif tentang kepolisian, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambatnya. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif studi kasus, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan SPN Batua membangun citra positif melalui strategi transformasi informasi dan counter-narrative yang menonjolkan humanisme, pendidikan, serta profesionalisme. Konsistensi pesan dan komunikasi dua arah berhasil meningkatkan kepercayaan publik. Faktor pendukung utamanya meliputi transparansi, kualitas pelayanan, dan kolaborasi kreatif. Sementara itu, hambatannya mencakup residu berita viral negatif, pelanggaran etik oknum, dan keterlambatan respons. Kesimpulannya, pengelolaan media sosial yang terencana dan dialogis efektif memperkuat reputasi institusi
Copyrights © 2026