Artikel ini bertujuan menganalisis konstruksi etika dakwah dalam pemberitaan Republika.co.id dan Hidayatullah.com mengenai kontroversi ucapan “goblok” Miftah Maulana, akrab disapa Gus Miftah. penelitian ini menggunakan analisis teks media dengan model framing Robert Entman untuk menganalisis enam berita yang dipublikasikan selama Desember 2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Republika.co.id cenderung mengonstruksi etika dakwah dalam kerangka pemulihan hubungan, klarifikasi, dan perbaikan diri seorang pendakwah. Sementara itu, Hidayatullah.com lebih kuat menempatkan persoalan kepantasan moral seorang pendakwah dan pejabat publik melalui penekanan pada muhasabah, tekanan publik, tanggung jawab, dan konsekuensi institusional. Meskipun memiliki artikulasi yang berbeda, kedua media mengonstruksi etika dakwah dalam dua dimensi, yakni interpersonal dan publik-institusional.
Copyrights © 2026