Hutan Lindung Bukit Betabuh memiliki peranan penting sebagai pengatur tata air bagi masyarakat dan industri di sekitar, termasuk di Desa Seberang Cengar, Kabupaten Kuantan Singingi. Namun, alih fungsi lahan dan perambahan hutan berpotensi menurunkan kualitas dan kuantitas air. Penelitian ini dilakukan untuk menghitung nilai ekonomi pemanfaatan air dan menganalisis kesediaan masyarakat dan industri untuk mendukung pelestarian Hutan Lindung Bukit Betabuh. Penelitian ini menggunakan pendekatan campuran kuantitatif dan kualitatif. Data dikumpulkan dengan cara survei kepada 86 kepala keluarga sebagai responden yang dipilih secara purposive sampling. Responden dari sektor industri pabrik kelapa sawit ditentukan dengan cara sensus. Secara kuantitatif, data dianalisis menggunakan biaya pengganti (substitute price) dan contingent valuation methods (CVM) dengan pendekatan willingness to pay (WTP) dan willingness to contribute time (WTCT). Data juga dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa volume pemanfaatan air sebesar 488.491,36 m3/tahun dengan nilai ekonomi sebesar Rp.1.106.593.247,20/tahun. Nilai kesediaan untuk kegiatan rehabilitasi hutan secara moneter (WTP) sebesar Rp.44.236.950/tahun dan non moneter sebesar (WTCT) 3.521,80 jam/tahun atau Rp.75.014.439/tahun. Dengan demikian, Hutan Lindung Bukit Betabuh memiliki nilai ekonomi yang penting sebagai pengatur tata air dan adanya kesediaan untuk mendukung upaya rehabilitasi hutan melalui kontribusi moneter dan nonmoneter.
Copyrights © 2026