Parfum berbasis air dikembangkan sebagai alternatif yang lebih aman dan stabil dibandingkan parfum berbasis alkohol, namun menghadapi tantangan dalam mendispersikan minyak atsiri yang bersifat hidrofobik ke dalam medium air. Penelitian ini bertujuan untuk mensintesis dan mengkarakterisasi nanopartikel dari campuran minyak atsiri gardenia dan red apple dengan perbandingan 50:50 yang dienkapsulasi oleh surfaktan PEG-40 hydrogenated castor oil (PEG-40 HCO) menggunakan teknik atomisasi, guna menghasilkan formulasi nanoparfum berbasis air yang stabil. Nanoemulsi disintesis dengan dengan empat konsentrasi variasi campuran minyak atsiri (2, 3, 4, dan 5 mL). Hasil menunjukkan diameter rata-rata meningkat seiring bertambahnya konsentrasi minyak (29,9–177,6 nm), dengan formula 5 mL menghasilkan distribusi bimodal. Nilai PDI berpola tidak monoton, dengan formula 4 mL memiliki distribusi ukuran paling homogen dan monodispers (PDI = 0,069), sedangkan formula 3 mL menunjukkan lonjakan ekstrem (2,012) diduga berkaitan dengan perubahan struktur sistem. Mobilitas elektroforetik dan potensial zeta menjadi semakin negatif konsisten seiring naiknya konsentrasi minyak, namun nilainya tetap rendah (hingga −7,5 mV) sehingga kestabilan diduga lebih banyak ditopang oleh stabilisasi sterik PEG-40 HCO dibandingkan gaya elektrostatik. Formulasi dengan volume 4 mL terbukti menjadi kondisi optimal yang menghasilkan nanopartikel paling homogen dan stabil untuk basis formulasi nanoparfum berbasis air.
Copyrights © 2026