Abstract. The development of digital media encourages local governments to implement more open, responsive, and interactive public communication through social media, including Instagram. In July 2025, the Bandung Regency Government restructured the Tourism and Culture Office by separating it into the Tourism and Creative Economy Office. This restructuring changed the organizational structure, division of tasks, and digital media management. This study aims to describe the digital media activities of the Bandung Regency DISPAREKRAF after restructuring, including public communication message management, digital media management, and human resource management. This study uses a qualitative descriptive method with a case study approach. Data were collected through in-depth interviews, observation of the official Instagram account @disbudpar.kabbdg, and documentation. Data analysis involved data reduction, presentation, and conclusion drawing, with source triangulation for validity. The results show that digital media activities are conducted systematically through message planning, theme selection based on work programs and current issues, content packaging, verification, and audience engagement evaluation. Digital media management is supported by coordination, digital technology, and staff competence, but faces limited human resources, high workloads, and lengthy content approval. The study concludes that post-restructuring digital media activities can effectively support public information dissemination through systematic communication planning, organizational coordination, and human resource readiness. Abstrak. Perkembangan media digital mendorong pemerintah daerah menerapkan komunikasi publik yang lebih terbuka, responsif, dan interaktif melalui media sosial, termasuk Instagram. Pada Juli 2025, Pemerintah Kabupaten Bandung melakukan restrukturisasi dengan memisahkan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan menjadi Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Restrukturisasi tersebut mengubah struktur organisasi, pembagian tugas, dan pengelolaan media digital. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan aktivitas media digital DISPAREKRAF Kabupaten Bandung pascarestrukturisasi, meliputi pengelolaan pesan komunikasi publik, pengelolaan media digital, dan pengelolaan sumber daya manusia. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi akun Instagram resmi @disbudpar.kabbdg, dan dokumentasi. Analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan triangulasi sumber sebagai uji keabsahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas media digital dilaksanakan secara sistematis melalui perencanaan pesan, penentuan tema berdasarkan program kerja dan isu aktual, pengemasan konten, verifikasi, serta evaluasi keterlibatan audiens. Pengelolaan media digital didukung koordinasi, teknologi digital, dan kompetensi pengelola, tetapi menghadapi keterbatasan sumber daya manusia, beban kerja tinggi, dan proses persetujuan konten yang panjang. Penelitian menyimpulkan bahwa aktivitas media digital pascarestrukturisasi dapat mendukung penyebaran informasi publik secara efektif melalui perencanaan komunikasi sistematis, koordinasi organisasi, dan kesiapan sumber daya manusia.
Copyrights © 0000