Dinas Perdagangan Provinsi Kalimantan Selatan memerlukan pengelolaan data perdagangan yang terintegrasi untuk mendukung pemantauan harga dan ketersediaan komoditas. Penelitian ini bertujuan membangun sistem informasi perdagangan daerah sekaligus membantu menentukan prioritas pemantauan komoditas. Sistem dikembangkan menggunakan model Waterfall dan menerapkan metode Simple Additive Weighting berdasarkan empat kriteria, yaitu harga terkini, persentase kenaikan harga, ketersediaan stok, dan jumlah lokasi perdagangan terdampak. Penilaian dilakukan melalui normalisasi, pembobotan, dan perhitungan nilai preferensi untuk menghasilkan peringkat komoditas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem dapat mengintegrasikan data komoditas, lokasi perdagangan, survei harga dan stok, verifikasi, pengaduan masyarakat, analisis prioritas, serta laporan. Penerapan Simple Additive Weighting menghasilkan urutan prioritas yang dapat digunakan sebagai informasi pendukung dalam menentukan komoditas yang memerlukan pemantauan lebih intensif.
Copyrights © 2026