Ketergantungan petani terhadap pupuk kimia sintetis menyebabkan penurunan kualitas tanah serta meningkatnya biaya produksi pertanian. Program pengabdian kepada masyarakat di Desa Sarwadadi, Kecamatan Kawunganten, Kabupaten Cilacap ini bertujuan meningkatkan literasi dan kesadaran teknis masyarakat mengenai formulasi pembenah tanah dan pupuk organik berbasis biomassa lokal melalui kolaborasi kelembagaan. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan Participatory Rural Appraisal (PRA) yang meliputi pemetaan potensi limbah, penyuluhan etika lingkungan, pelatihan formulasi teknis, serta perencanaan komitmen keberlanjutan program. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pemahaman teknis masyarakat mengalami peningkatan yang signifikan, dari tingkat pemahaman awal sekitar 1% menjadi 40%, yang ditunjukkan oleh tingginya antusiasme peserta dalam sesi diskusi interaktif yang berlangsung lebih dari satu jam. Meskipun terdapat kendala berupa durasi pengabdian selama 40 hari yang bertepatan dengan jadwal aktivitas pertanian masyarakat, program ini berhasil membangun komitmen kolaboratif antara Pemerintah Desa, LPP NU Cilacap, PWNU Jawa Tengah, dan kelompok tani untuk melaksanakan produksi pupuk secara mandiri dan berkelanjutan pada tahap berikutnya.
Copyrights © 2026