Perkembangan globalisasi dan perubahan pola hiburan masyarakat menjadi tantangan dalam pelestarian budaya tradisional, sehingga diperlukan strategi komunikasi yang mampu mempertahankan eksistensi kesenian lokal. Penelitian terdahulu umumnya membahas strategi komunikasi budaya secara umum, sedangkan kajian mengenai strategi komunikasi multikultural pada kelompok kesenian tradisional di tingkat komunitas desa masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi komunikasi multikultural yang diterapkan Kelompok Kesenian Reog Mbah Bagong dalam melestarikan kebudayaan di Desa Sukolilo, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap ketua kelompok, anggota kelompok, serta tokoh masyarakat, kemudian dianalisis melalui tahapan pengumpulan, pengelompokan, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi multikultural diterapkan melalui komunikasi interpersonal, komunikasi kelompok, keterlibatan aktif dalam kegiatan masyarakat, serta penyesuaian penyampaian pesan budaya sesuai karakteristik khalayak. Keberhasilan strategi tersebut didukung oleh dukungan masyarakat, pemerintah desa, dan komitmen anggota kelompok, meskipun masih menghadapi hambatan berupa menurunnya minat sebagian generasi muda, keterbatasan sumber daya, serta pengaruh budaya populer modern. Penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi komunikasi multikultural berperan penting dalam membangun hubungan harmonis dengan masyarakat sekaligus mendukung pelestarian kesenian Reog sebagai warisan budaya lokal di tengah perkembangan zaman
Copyrights © 2026