Medika Alkhairaat : Jurnal Penelitian Kedokteran dan Kesehatan
Vol 8 No 02 (2026): Agustus

DAMPAK PROSEDUR TIMPANOMASTOIDEKTOMI TERHADAP TINGKAT GANGGUAN PENDENGARAN PADA PASIEN OTITIS MEDIA SUPURATIF KRONIK

Christin Rony Nayoan (Departemen Ilmu Kesehatan Telinga Hidung Tenggorok, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako, Palu, Indonesia)
Mishail Rayyan (Program Studi Profesi Dokter, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako, Palu, Indonesia)
Wiking Zeth (Program Studi Profesi Dokter, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako, Palu, Indonesia)
Ria Sulistiana (Departemen Radiologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako, Palu, Indonesia)
Rahma (Departemen Kesehatan Anak, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako, Palu, Sulawesi Tengah, Indonesia)
Andi Alfia Mutmainnah Tanra (Departemen Farmakologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako, Palu, Indonesia)



Article Info

Publish Date
22 Aug 2026

Abstract

ABSTRAK Otitis media supuratif kronik (OMSK) merupakan kondisi inflamasi persisten pada kavum timpani yang ditandai oleh perforasi membran timpani dan keluarnya sekret dari liang telinga selama lebih dari tiga bulan. Kondisi ini secara bermakna memengaruhi kualitas pendengaran penderitanya. Prosedur timpanomastoidektomi dikerjakan dengan tujuan utama untuk menutup perforasi membran timpani serta memulihkan fungsi pendengaran yang terganggu. Tujuan penulisan adalah untuk menganalisis dampak prosedur timpanomastoidektomi terhadap perubahan derajat gangguan pendengaran pada penderita OMSK. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Data diperoleh dari rekam medik 30 pasien OMSK yang menjalani operasi timpanomastoidektomi di RSUD Undata Palu selama periode 2016 hingga 2018.Hasil dari penelitian didapatkan nilai rata-rata ambang pendengaran sebelum intervensi bedah tercatat sebesar 56,70 dB, sedangkan pasca-operasi menurun menjadi 50,50 dB. Uji statistik Wilcoxon menghasilkan nilai p = 0,000 (p < 0,05), yang menunjukkan perbedaan bermakna antara derajat gangguan pendengaran sebelum dan sesudah tindakan. Prosedur timpanomastoidektomi terbukti memberikan dampak yang bermakna secara klinis dan statistik dalam menurunkan derajat gangguan pendengaran penderita OMSK di RSUD Undata Palu tahun 2016–2018. ABSTRACTChronic suppurative otitis media (CSOM) is a persistent inflammatory condition of the middle ear characterised by tympanic membrane perforation and otorrhea lasting more than three months. The condition substantially impairs auditory function. Tympanomastoidectomy is performed with the primary objectives of closing the tympanic membrane perforation and restoring impaired hearing. To evaluate the impact of tympanomastoidectomy on the degree of hearing loss in patients with CSOM. This study employed a descriptive analytic design with a cross-sectional approach. Data were retrieved from the medical records of 30 CSOM patients who underwent tympanomastoidectomy at Undata Regional Hospital, Palu, between 2016 and 2018. The mean hearing threshold before surgery was 56.70 dB, which decreased to 50.50 dB postoperatively. Wilcoxon signed-rank test yielded p = 0.000 (p < 0.05), indicating a statistically significant difference in hearing loss degree before and after surgery. Tympanomastoidectomy produced a clinically and statistically significant reduction in the degree of hearing impairment among CSOM patients at Undata Hospital Palu 2016–2018.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

MA

Publisher

Subject

Biochemistry, Genetics & Molecular Biology Dentistry Medicine & Pharmacology Neuroscience Public Health

Description

Medika Alkhairaat: Jurnal Penelitian Kedokteran dan Kesehatan aims to provide both national and international forums to encourage interdisciplinary discussions and contribute to the advancement of medicine, benefiting readers and authors by accelerating the dissemination of research information and ...