Mandiri: Jurnal Akuntansi dan Keuangan
Vol. 5 No. 2 (2026): Juni 2026

Pengaruh Literasi Keuangan Syariah dan Fitur Layanan Terhadap Minat Generasi Z dalam Menggunakan Fintech Syariah

Syifa Nurul Pahmi (Universitas Cipasung Tasikmalaya)
Rizky Ridwan (Universitas Cipasung Tasikmalaya)



Article Info

Publish Date
10 Aug 2026

Abstract

Rendahnya pemanfaatan fintech syariah di kalangan Generasi Z Tasikmalaya, meskipun daerah ini memiliki karakteristik religius yang kuat, mengindikasikan kesenjangan antara potensi minat dan realisasi penggunaan yang belum dijelaskan secara memadai oleh penelitian terdahulu. Kesenjangan ini muncul karena mayoritas penelitian sebelumnya cenderung menerapkan pendekatan berbasis perilaku (Theory of Planned Behavior/TPB) atau pendekatan berbasis teknologi (Technology Acceptance Model/TAM) secara terpisah, sehingga belum menjelaskan secara utuh bagaimana faktor pemahaman individu dan kualitas layanan digital bekerja bersama dalam membentuk minat. Penelitian ini mengisi kesenjangan tersebut dengan menguji pengaruh literasi keuangan syariah dan fitur layanan terhadap minat Generasi Z dalam menggunakan fintech syariah pada konteks daerah religius yang masih jarang diteliti, yaitu Tasikmalaya. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif asosiatif dengan pengumpulan data melalui kuesioner daring Google Form berskala Likert 1–5. Sampel ditentukan menggunakan rumus Lemeshow dengan teknik purposive sampling sehingga diperoleh 100 responden Generasi Z di Tasikmalaya. Data diolah memakai regresi linier berganda berbantuan SPSS versi 26, melalui pengujian validitas, reliabilitas, asumsi klasik, uji t, uji F, dan koefisien determinasi. Temuan menunjukkan bahwa literasi keuangan syariah berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat Generasi Z dalam menggunakan fintech syariah (t = 2,266; sig. = 0,026), dan fitur layanan juga berpengaruh positif dan signifikan (t = 5,715; sig. = 0,000), dengan fitur layanan sebagai variabel paling dominan. Kedua variabel secara simultan menjelaskan 59,0% variasi minat penggunaan fintech syariah (Adjusted R² = 0,590). Penelitian ini memperkuat argumen bahwa integrasi TPB dan TAM relevan digunakan untuk menjelaskan minat penggunaan layanan keuangan digital berbasis syariah, serta menyarankan penyedia fintech syariah untuk memprioritaskan peningkatan fitur layanan tanpa mengabaikan edukasi literasi keuangan syariah guna mendorong minat penggunaan di kalangan Generasi Z.   The low adoption of Sharia fintech among Generation Z in Tasikmalaya despite the region's strong religious character—indicates a gap between potential interest and actual usage that has not been adequately explained by prior research. This gap arises because most previous studies tended to apply either a behavior-based approach (Theory of Planned Behavior/TPB) or a technology-based approach (Technology Acceptance Model/TAM) in isolation, failing to fully explain how individual understanding and digital service quality interact to shape interest. This study addresses that gap by examining the influence of Sharia financial literacy and service features on Generation Z's interest in using Sharia fintech within the under-researched context of a religious region: Tasikmalaya. The study employs an associative quantitative approach, collecting data via an online Google Form questionnaire using a 1–5 Likert scale. The sample size was determined using the Lemeshow formula and purposive sampling, resulting in 100 Generation Z respondents in Tasikmalaya. Data were analyzed using multiple linear regression with SPSS version 26, incorporating tests for validity, reliability, classical assumptions, t-tests, F-tests, and the coefficient of determination. The findings reveal that Sharia financial literacy has a positive and significant effect on Generation Z's interest in using Sharia fintech (t = 2.266; sig. = 0.026), and service features also have a positive and significant effect (t = 5.715; sig. = 0.000), with service features emerging as the most dominant variable. Together, these two variables explain 59.0% of the variation in interest regarding Sharia fintech usage (Adjusted R² = 0.590). This study reinforces the argument that integrating TPB and TAM is relevant for explaining interest in Sharia-based digital financial services; it further suggests that Sharia fintech providers should prioritize enhancing service features without neglecting Sharia financial literacy education to drive adoption interest among Generation Z.  

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

jak

Publisher

Subject

Economics, Econometrics & Finance

Description

Mandiri : Jurnal Akuntansi dan Keuangan is a journal that publishes research articles in the fields of Accounting and Finance. Articles published in Mandiri have gone through a peer-reviewed process, to maintain the best quality articles in scientific development in the field of Accounting and ...