Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar servis backhand bulutangkis pada siswa kelas XI(2) SMA Negeri 19 Makassar. Dari 35 siswa, hanya 10 siswa (28,57%) yang mencapai KKM 75 dengan nilai rata-rata kelas 68,5. Rendahnya hasil belajar disebabkan oleh kesulitan koordinasi gerak, ketidaktepatan pukulan, serta metode konvensional (massed practice) yang membuat siswa cepat lelah dan kurang fokus. Penelitian ini bertujuan meningkatkan hasil belajar servis backhand melalui penerapan metode distributed practice. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart dilaksanakan dalam dua siklus (perencanaan, pelaksanaan, observasi, refleksi). Subjek penelitian 35 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan tes praktik (short service test), observasi terstruktur, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan statistik deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan: nilai rata-rata Data Awal 68,5 (ketuntasan 28,57%), siklus I meningkat menjadi 75,3 (ketuntasan 51,43%). Setelah perbaikan tindakan pada siklus II (rasio latihan:istirahat 1:1,5, umpan balik individual), nilai rata-rata mencapai 86,29 (peningkatan 10,9 poin dari siklus I) dengan ketuntasan klasikal 94,28% (33 siswa tuntas), melampaui indikator keberhasilan 80%. Kesimpulannya, penerapan metode pembelajaran distributed practice efektif meningkatkan hasil belajar keterampilan servis backhand bulutangkis pada siswa kelas XI(2) SMA Negeri 19 Makassar. Hipotesis tindakan dinyatakan diterima.
Copyrights © 2026