Penelitian tindakan kelas ini bertujuan meningkatkan hasil belajar teknik smash dalam permainan bola voli melalui penerapan model Discovery Learning pada siswa kelas XI TKJ 1 SMKN 1 Bantaeng. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus, dan setiap siklus meliputi empat tahapan utama, yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 35 siswa, terdiri atas 19 siswa laki-laki dan 16 siswa perempuan. Data hasil belajar diperoleh melalui penilaian aspek kognitif, afektif, dan psikomotor, kemudian dianalisis secara deskriptif dengan mengacu pada ketuntasan individual berdasarkan Kriteria Ketuntasan Minimal serta ketuntasan klasikal. Pada siklus I, sebanyak 24 siswa atau 68,6% telah mencapai KKM, sedangkan 11 siswa atau 31,4% belum tuntas. Setelah dilakukan refleksi dan perbaikan pembelajaran pada siklus II, jumlah siswa yang mencapai KKM meningkat menjadi 29 siswa atau 82,9%, sementara 6 siswa atau 17,1% masih belum tuntas. Dengan demikian, terjadi peningkatan ketuntasan klasikal sebesar 14,3 poin persentase atau bertambah 5 siswa dari siklus I ke siklus II. Persentase ketuntasan pada siklus II juga telah melampaui indikator keberhasilan klasikal yang ditetapkan sebesar 80%. Temuan ini menunjukkan bahwa penerapan Discovery Learning dapat membantu memperbaiki proses pembelajaran teknik smash karena siswa memperoleh kesempatan untuk lebih aktif memahami tahapan gerak, melakukan praktik, mengamati kesalahan, dan memperbaiki performa berdasarkan pengalaman belajar pada setiap siklus. Secara keseluruhan, model Discovery Learning dapat digunakan sebagai salah satu strategi pembelajaran untuk meningkatkan hasil belajar teknik smash pada kelas yang diteliti. Hasil penelitian ini juga menegaskan pentingnya proses refleksi berkelanjutan dalam pembelajaran PJOK untuk menyesuaikan tindakan pembelajaran dengan kebutuhan dan perkembangan siswa secara optimal.
Copyrights © 2026