Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) kuliner menghadapi tantangan dalam mempertahankan kinerja keuangan akibat meningkatnya persaingan usaha, perubahan perilaku konsumen, serta perkembangan teknologi transaksi. Kondisi tersebut menuntut pelaku usaha untuk memiliki kemampuan pengelolaan keuangan yang memadai, menerapkan praktik akuntansi manajemen, menciptakan inovasi produk, serta memanfaatkan sistem pembayaran digital secara efektif. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh literasi keuangan, praktik akuntansi manajemen, inovasi produk, dan penggunaan digital payment terhadap kinerja keuangan UMKM kuliner di Pasar Malam Kodam Brawijaya Surabaya. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian eksplanatori. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner kepada 86 pelaku UMKM yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan menggunakan metode Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan bantuan perangkat lunak SmartPLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi keuangan, praktik akuntansi manajemen, dan inovasi produk memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja keuangan UMKM, sedangkan penggunaan digital payment tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan. Selain itu, inovasi produk menjadi variabel yang memberikan kontribusi paling besar dalam meningkatkan kinerja keuangan dibandingkan variabel independen lainnya. Nilai koefisien determinasi sebesar 40,1% mengindikasikan bahwa variasi kinerja keuangan mampu dijelaskan oleh keempat variabel yang diteliti, sementara sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan kinerja keuangan UMKM lebih ditentukan oleh kemampuan internal pelaku usaha dalam mengelola keuangan, menerapkan praktik akuntansi manajemen, dan menghasilkan inovasi produk daripada sekadar mengadopsi teknologi pembayaran digital.
Copyrights © 2026