Cakupan pemberian ASI eksklusif di Indonesia berdasarkan SKI tahun 2023 mencapai 68,6%, masih berada di bawah target nasional sebesar 80%. Di Provinsi Riau, cakupan ASI eksklusif tahun 2023 hanya sebesar 44,5%, sedangkan di wilayah kerja UPT Puskesmas Lubuk Muda mengalami penurunan dari 51,5% pada tahun 2024 menjadi 34,1% pada tahun 2025. Salah satu faktor yang memengaruhi rendahnya cakupan ASI eksklusif adalah ketidaklancaran pengeluaran ASI pada ibu postpartum. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelancaran ASI sebelum dan sesudah dilakukan pijat oksitosin dan mengetahui pengaruh pijat oksitosin terhadap kelancaran ASI pada ibu postpartum di UPT Puskesmas Lubuk Muda Kecamatan Siak Kecil Kabupaten Bengkalis. Penelitian ini menggunakan desain pre-experimental dengan pendekatan one group pretest-posttest design. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 15 ibu postpartum hari ke-3 sampai hari ke-7 yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Intervensi berupa pijat oksitosin dilakukan selama 3 hari berturut-turut. Data dikumpulkan menggunakan lembar observasi kelancaran ASI dan dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum dilakukan pijat oksitosin seluruh responden (100%) berada pada kategori tidak lancar. Setelah dilakukan pijat oksitosin, sebagian besar responden yaitu 12 orang (80,0%) berada pada kategori lancar dan 3 orang (20,0%) berada pada kategori tidak lancar. Hasil uji Wilcoxon Signed Rank Test diperoleh nilai p-value sebesar 0,001 (p < 0,05). Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat pengaruh pijat oksitosin terhadap kelancaran ASI pada ibu postpartum di UPT Puskesmas Lubuk Muda Kecamatan Siak Kecil Kabupaten Bengkalis. Pijat oksitosin dapat dijadikan sebagai salah satu intervensi nonfarmakologis untuk membantu meningkatkan kelancaran ASI pada ibu postpartum.
Copyrights © 2026