Interaksi tenaga kesehatan dengan pasien merupakan salah satu faktor yang secara konsisten dilaporkan memengaruhi kepuasan pasien terhadap pelayanan kesehatan. Survei Kepuasan Masyarakat sektor pelayanan kesehatan tahun 2024 menunjukkan sekitar 35% pasien menilai informasi yang diberikan tenaga kesehatan masih kurang jelas dan 25% pasien merasa kurang mendapatkan perhatian selama pelayanan, sedangkan Indeks Kepuasan Masyarakat pada unit pelayanan kesehatan Kementerian Kesehatan tahun 2023 tercatat sebesar 86,80 (kategori Baik). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh interaksi tenaga kesehatan terhadap kepuasan pasien di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kolonel Abundjani Bangko. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif analitik cross sectional. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner kepada 152 responden yang ditentukan dengan teknik purposive sampling, kemudian dianalisis menggunakan uji validitas, uji reliabilitas, analisis univariat, uji normalitas, dan regresi linear sederhana dengan bantuan program SPSS versi 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh indikator interaksi tenaga kesehatan berada pada kategori baik (mean 3,86–3,99) dan seluruh indikator kepuasan pasien berada pada kategori puas (mean 3,86–3,93). Interaksi tenaga kesehatan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pasien dengan nilai signifikansi 0,000 (p < 0,05) dan nilai R Square sebesar 0,639 (63,9%), yang berarti variasi kepuasan pasien dapat dijelaskan oleh interaksi tenaga kesehatan, sedangkan 36,1% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Berdasarkan hasil penelitian, rumah sakit diharapkan terus meningkatkan kompetensi komunikasi dan sikap profesional tenaga kesehatan terhadap pasien sebagai upaya meningkatkan mutu pelayanan dan kepuasan pasien.
Copyrights © 2026