Jurnal Pengabdian Siliwangi
Vol 12, No 1 (2026)

OPTIMALISASI PERAN KELUARGA DALAM PENCEGAHAN STUNTING MELALUI PELATIHAN DETEKSI PERKEMBANGAN BALITA

Nur Lina (Program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Siliwangi)
Siti Novianti (Program Studi Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Siliwangi)
Sri Maywati (Program Studi Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Siliwangi)
Rian Arie Gustaman (Program Studi Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Siliwangi)
Yani Sri Astuti (Program Studi Pendidikan Geografi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Siliwangi)



Article Info

Publish Date
19 Aug 2026

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi kronis yang hingga kini masih menjadi tantangan serius di Indonesia. Dampaknya tidak hanya pada pertumbuhan fisik, tetapi juga perkembangan kognitif, tingkat kecerdasan, dan produktivitas di masa depan. Prevalensi stunting di Indonesia masih berada di atas ambang batas yang ditetapkan WHO, termasuk di Kota Tasikmalaya. Upaya pencegahan memerlukan keterlibatan keluarga, khususnya ibu balita, dalam mengoptimalkan pola asuh gizi dan kesehatan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Posyandu Nusa Indah dan Posyandu Kasih Bunda, wilayah kerja Puskesmas Tamansari, Kota Tasikmalaya. Jumlah peserta terdiri atas 66 ibu balita, 10 kader posyandu, 3 petugas puskesmas, serta didampingi 2 mahasiswa. Metode kegiatan meliputi penyuluhan gizi dan kesehatan, edukasi dengan leaflet, diskusi interaktif, serta evaluasi melalui post test. Pesan utama yang disampaikan meliputi pentingnya ASI eksklusif, inisiasi menyusu dini, pemberian MP-ASI bergizi seimbang, pencegahan kecacingan, PHBS, dan imunisasi dasar lengkap. Hasil evaluasi menunjukkan rata-rata skor pengetahuan peserta adalah 5,7 1,7 dengan pemahaman tinggi pada konsep ASI eksklusif (86,5%) dan gizi seimbang (75,7%). Namun, masih terdapat kekurangan dalam pemahaman mengenai defisiensi gizi mikro. Selain itu, kader posyandu menerima sarana antropometri (baby scale dan infant ruler) serta buku panduan deteksi tumbuh kembang untuk meningkatkan akurasi pemantauan. Hasil ini menegaskan bahwa intervensi edukasi singkat mampu meningkatkan pemahaman ibu balita dalam pencegahan stunting, meskipun diperlukan penguatan materi khususnya terkait gizi mikro serta pendampingan berkelanjutan. Kegiatan ini juga memperlihatkan pentingnya kolaborasi keluarga, kader, tenaga kesehatan, dan perguruan tinggi dalam mendukung strategi nasional percepatan penurunan stuntingKata kunci: stunting, pengabdian masyarakat, peran keluarga, posyandu, perkembangan balita.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

jps

Publisher

Subject

Agriculture, Biological Sciences & Forestry Humanities Computer Science & IT Social Sciences Other

Description

Jurnal Pengabdian Siliwangi diterbitkan secara berkala dua kali setahun oleh Lembaga penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat Universitas Siliwangi, memuat artikel hasil pengabdian pada masyarakat yang belum pernah dipublikasikan di jurnal ...