Abstract This study aims to explain the dynamics of zakat and fitrah practices on Java Island during the late colonial period. This study uses a historical research method that includes several stages, including heuristics, verification, interpretation, and historiography, by emphasizing the focus of the study on the issue of Islamic philanthropy using an Islamic and Social history approach. Based on the study results, the average practice of zakat and fitrah on Java Island is voluntary. Javanese people pay zakat and fitrah to religious experts as a fee for leading religious rituals. In addition, Dutch colonialism also influenced the change in the practice of zakat and fitrah on Java Island, which was initially profane to sacred.Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan dinamika praktik zakat dan fitrah di Pulau Jawa pada masa kolonial akhir. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah yang meliputi beberapa tahapan, antara lain, heuristik, verifikasi, interpretasi, dan historiografi, dengan menitikberatkan fokus kajian pada isu filantropi Islam menggunakan pendekatan sejarah Islam dan Sosial. Berdasarkan hasil penelitian, rata-rata praktik zakat dan fitrah di Pulau Jawa bersifat sukarela. Penduduk Jawa membayar zakat dan fitrah kepada ahli agama sebagai upah jasa memimpin ritual keagamaan. Selain itu, kolonialisme Belanda juga mempengaruhi perubahan praktik zakat dan fitrah di Pulau Jawa yang awalnya bersifat profan menjadi sakral.
Copyrights © 2025