Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi diplomasi budaya Indonesia melalui Melanesian Arts and Culture Festival (MACFest) 2023 di Vanuatu sebagai upaya menangkal internasionalisasi isu Papua di kawasan Pasifik. Internasionalisasi isu Papua menjadi tantangan diplomatik bagi Indonesia karena terus memperoleh perhatian dan dukungan dari beberapa negara Pasifik, khususnya Vanuatu, dalam berbagai forum internasional. Untuk menghadapi tantangan tersebut, Indonesia memanfaatkan diplomasi budaya sebagai instrumen soft power guna membangun citra positif, memperkuat hubungan dengan negara-negara Melanesia, dan menyampaikan narasi alternatif mengenai Papua. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kepustakaan yang bersumber dari buku, jurnal ilmiah, dokumen pemerintah, laporan resmi, dan publikasi terkait MACFest 2023. Analisis penelitian menggunakan konsep diplomasi budaya, nation branding, dan teori soft power Joseph S. Nye. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi Indonesia dalam MACFest 2023 menjadi sarana strategis untuk menampilkan identitas Melanesia Indonesia melalui pertunjukan seni, pameran budaya, dan interaksi antarmasyarakat. Strategi tersebut berkontribusi dalam membangun persepsi positif terhadap Indonesia, memperkuat hubungan dengan negara-negara Pasifik, serta mendukung upaya meredam internasionalisasi isu Papua melalui pendekatan yang persuasif dan non-koersif.
Copyrights © 2026