Komunikasi kebijakan publik membutuhkan pendekatan yang terstruktur dan integratif agar pesan program pemerintah dapat diterima serta diimplementasikan secara efektif. Program Keluarga Harapan (PKH) sebagai program bantuan sosial bersyarat terbesar di Indonesia menghadapi tantangan komunikasi yang kompleks, mulai dari pembentukan kesadaran publik, perubahan perilaku penerima manfaat, hingga pengelolaan persepsi publik terhadap program. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan strategi Integrated Marketing Communication (IMC) dalam kampanye komunikasi PKH periode 2019–2023, mengidentifikasi pola koordinasi antarelemen komunikasi yang digunakan Kementerian Sosial RI, serta mengevaluasi efektivitas integrasi komunikasi dalam mendukung keberhasilan program. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus tunggal melalui analisis dokumen kebijakan resmi, analisis konten media sosial resmi, dan telaah pemberitaan media massa. Analisis data dilakukan dengan metode analisis isi kualitatif menggunakan perangkat lunak NVivo untuk pengelolaan dan pengkodean data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PKH menerapkan lima elemen IMC secara simultan: periklanan, hubungan masyarakat, komunikasi langsung melalui pendamping sosial, pemasaran digital, dan komunikasi komunitas. Namun, integrasi antarelemen tersebut masih bersifat parsial dan belum terkoordinasi dalam satu kerangka komunikasi terpadu. Keunikan utama PKH terletak pada peran sentral pendamping sosial sebagai komunikator tatap muka yang tidak dapat sepenuhnya digantikan oleh saluran digital. Penelitian ini berkontribusi pada perluasan penerapan konsep IMC dari ranah komersial ke ranah komunikasi kebijakan publik.
Copyrights © 2026