Keamanan laut (Kamla) merupakan serangkaian peristiwa yang berkaitan dengan berbagai aktifitas di laut untuk berbagai kepentingan, baik itu sebagai sarana yang digunakan untuk transportasi maupun berkegiatan. Pelanggaran terhadap Kamla senantiasa terjadi akibat dari pengawasan yang terbatas dihadapkan pada luasnya perairan yang digunakan sebagai media untuk beraktifitas ilegal dan perbedaan aturan oleh negara-negara yang berkepentingan di laut. Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan dan koordinasi antar stakeholder Indonesia di laut dan permasalahan yang dihadapi. Metode yang digunakan berupa analisis data pelanggaran Kamla, wawancara dengan pemangku kepentingan di laut, diskusi pendalaman dengan narasumber, pengamatan di lapangan, dan quisioner ke berbagai partisipan yang terintegrasi dengan laut. Hasil menujukkan bahwa terjadinya peningkatan pelanggaran Kamla disebabkan oleh tidak terkoordinirnya para stakeholder di laut dalam menjalankan operasi keamanan di laut. Selain itu, kurangnya kehadiran kapal-kapal negara di laut akibat dari jumlah kapal operasional dan BBM yang terbatas serta sumber daya manusia (SDM) yang mengawaki operasi Kamla tidak memiliki pendidikan khusus. Temuan ini menekankan perlunya sinergitas stakeholder di laut khususnya dalam menerapkan regulasi yang sudah ada. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya membangun Keamanan Nasional yang komprehensif guna menjaga kedaulatan negara, keutuhan wilayah, dan keselamatan bangsa Indonesia.
Copyrights © 2026