Salah satu cara pemanfaatan limbah kotoran sapi adalah diolah menjadi kompos yang dapat bermanfaat bagi lingkungan. Limbah kotoran sapi meliputi feces dan urine, dimana jumlah kotoran sapi setiap hari adalah 10-15 kg. Kompos merupakan bahan-bahan organik (sampah organik) yang telah mengalami proses pelapukan karena adanya interaksi antara mikroorganisme (bakteri pembusuk) yang bekerja di dalamnya (Murbandono, 2007). Bahan organik (kompos) merupakan salah satu unsur pembentuk kesuburan tanah dan untuk menghasilkan tanah yang subur, maka perlu ditambahkan bahan organik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui proses produksi pupuk kompos. Metode yang digunakan adalah pengomposan anaerob. Hasil dari penelitian ini adalah terdapat faktor-faktor yang mempengaruhi pembuatan kompos antara lain terjadi perubahan bau, tekstur, suhu, lembek dan mengumpal, warna coklat kekuning- kuningan dimana kegagalan dalam pembuatan kompos juga dapat disebabkan oleh pencampuran yang tidak sesuai dengan tahapan pembuatan sehingga tidak menimbulkan bau yang segar. Pemanfaatan limbah kotoran sapi sebagai pupuk kompos memberikan manfaat penting yang dapat meningkatkan pemahaman dan praktik pertanian berkelanjutan. Kegitan pendampingan masih perlu dilakukan secara kontinu agar mitra dapat mandiri dalam mengelola dan mengolah limbah sekiar untuk dijadikan pupuk organik.
Copyrights © 2025