Ketidakmerataan kinerja guru dan masih ditemukannya pelanggaran disiplin secara berulang, sebagaimana didokumentasikan dalam Rapor Pendidikan Tahun 2025 dan catatan kehadiran tahun 2024–2025, mendorong penelitian ini untuk mengkaji keterkaitan antara kepemimpinan kepala madrasah dan budaya organisasi dengan kinerja guru, dengan disiplin guru sebagai prediktor tambahan. Populasi penelitian terdiri atas guru Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) di Kota Cilegon, dengan seluruh 172 guru dijadikan responden melalui teknik sampling jenuh dalam desain penelitian kuantitatif eksplanatori. Data primer diperoleh melalui kuesioner berskala Likert dan selanjutnya dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling–Partial Least Square (SEM-PLS) dengan bantuan SmartPLS. Analisis menguji tiga hipotesis mengenai pengaruh langsung kepemimpinan kepala madrasah, budaya organisasi, dan disiplin guru terhadap kinerja guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga variabel tersebut berpengaruh positif dan signifikan secara statistik terhadap kinerja guru. Disiplin guru memberikan pengaruh paling kuat di antara ketiga prediktor, dengan koefisien jalur sebesar 0,425. Nilai R² model berada pada kategori sedang, sedangkan nilai SRMR sebesar 0,053 menunjukkan bahwa model memiliki kecocokan yang dapat diterima. Secara keseluruhan, temuan penelitian menunjukkan bahwa penguatan kepemimpinan transformasional, penciptaan iklim organisasi yang suportif, serta penerapan disiplin yang konsisten merupakan faktor penting dalam mempertahankan dan meningkatkan kinerja guru secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026