Hipertensi merupakan masalah kesehatan pada lansia yang berkaitan dengan berbagai faktor, termasuk pola makan dan aktivitas fisik. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan pola makan dan aktivitas fisik dengan penyakit hipertensi pada lansia di Puskesmas Kaliwungu. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain analitik korelasional dan metode cross sectional. Populasi berjumlah 240 lansia dengan sampel 148 responden yang dipilih menggunakan purposive sampling. Instrumen penelitian terdiri atas Food Frequency Questionnaire (FFQ), International Physical Activity Questionnaire (IPAQ), dan pengukuran tekanan darah menggunakan sphygmomanometer serta stetoskop. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Pearson Chi-Square dengan α = 0,05 menggunakan SPSS versi 26. Hasil menunjukkan 86,5% responden memiliki pola makan tidak baik, 66,2% memiliki aktivitas fisik sedang, dan 40,5% berada pada kategori prahipertensi. Tidak terdapat hubungan signifikan antara pola makan dengan penyakit hipertensi (p = 0,776) maupun aktivitas fisik dengan penyakit hipertensi (p = 0,518). Kesimpulannya, pola makan dan aktivitas fisik tidak berhubungan signifikan dengan penyakit hipertensi pada lansia dalam penelitian ini.
Copyrights © 2026