Tuberkulosis paru merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Kondisi fisik rumah dan asupan makan merupakan faktor yang berhubungan dengan kejadian tuberkulosis paru. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan kondisi fisik rumah dan asupan makan dengan kejadian tb paru di wilayah kerja Puskesmas X. Desain penelitian ini adalah analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel berjumlah 55 responden dipilih menggunakan simple random sampling. Data dikumpulkan melalui observasi pengukuran kondisi fisik rumah, dan kuesioner food recall 24 jam. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan p≤0,05. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara kepadatan hunian (p=0,020), luas ventilasi (p=0,018), kelembapan (p=0,026), dan pencahayaan (p=0,026) dengan kejadian tuberkulosis paru. Sementara itu, asupan makan tidak berhubungan dengan kejadian tuberkulosis paru (p=0,739). Disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara kondisi fisik rumah dengan kejadian tb paru, sedangkan tidak terdapat hubungan antara asupan makan kejadian tb paru di wilayah kerja Puskesmas X.
Copyrights © 2026