Sektor konstruksi merupakan salah satu sektor dengan angka kecelakaan kerja yang tinggi di Indonesia. Berdasarkan data PT X, terdapat 10 kasus kecelakaan kerja pada pekerja bangunan yang terdokumentasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi bahaya, tingkat risiko, perilaku pekerja dalam penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3), serta upaya pengendalian risiko pada pekerja bangunan di PT X. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus. Identifikasi potensi bahaya, penilaian risiko, dan upaya pengendalian dilakukan menggunakan metode Hazard Identification, Risk Assessment, and Risk Control (HIRARC). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 53 potensi bahaya yang terdiri atas 6 jenis bahaya kerja. Penilaian risiko menunjukkan terdapat 18 risiko kategori rendah (low), 28 risiko kategori sedang (moderate), dan 7 risiko kategori tinggi (high). Selain itu, penggunaan APD oleh pekerja masih belum optimal karena faktor ketidaknyamanan dan kurangnya pengawasan. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa masih terdapat berbagai potensi bahaya dan risiko kerja pada setiap tahapan pekerjaan konstruksi. Oleh karena itu, diperlukan penerapan pengendalian melalui rekayasa teknik, pengendalian administratif, dan penggunaan alat pelindung diri (APD) secara konsisten untuk meminimalkan risiko kecelakaan kerja.
Copyrights © 2026