Kecamatan Sigi Biromaru memiliki potensi besar dalam pengembangan usaha ternak sapi potong, namun masih menghadapi berbagai kendala seperti sistem pemeliharaan yang sederhana, keterbatasan teknologi, kualitas pakan dan bibit yang belum optimal, serta manajemen usaha yang bersifat sambilan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor internal dan eksternal serta menentukan posisi strategis pengembangan usaha ternak sapi potong di wilayah tersebut. Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan kuesioner terhadap 15 informan yang dipilih secara purposive sampling, kemudian dianalisis menggunakan analisis SWOT melalui matriks IFE, EFE, dan IE. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekuatan utama meliputi ketersediaan lahan pekarangan dan populasi ternak yang tinggi, sedangkan kelemahan meliputi tidak adanya kebun rumput, keterbatasan fasilitas kesehatan hewan, dan rendahnya penguasaan teknologi. Peluang berasal dari penerapan inseminasi buatan, program pemerintah, serta pemasaran berbasis media sosial, sementara ancaman meliputi penyakit ternak, alih fungsi lahan, dan fluktuasi harga. Nilai IFE sebesar 2,63 dan EFE sebesar 2,68 menempatkan usaha pada Sel V (hold and maintain), sehingga strategi difokuskan pada pemeliharaan kondisi usaha disertai perbaikan bertahap.
Copyrights © 2026