Jurnal Ilmiah AgriSains
Vol. 27 No. 2 (2026): Jurnal Ilmiah AgriSains

Identification of Internal and External Factors in the Development of Beef Cattle Farming Enterprises in Sigi Biromaru District: Identifikasi Faktor Internal dan Eksternal dalam Pengembangan Usaha Sapi Potong di Kecamatan Sigi Biromaru

Tuiyem Indrayani (Program Studi Magister Ilmu Pertanian, Pascasarjana, Universitas Tadulako, Jl. Soekarno Hatta Km. 9, Kota Palu, Sulawesi Tengah, Indonesia, 94118)
Sayekti Handayani (Program Studi Peternakan, Fakultas Peternakan dan Perikanan,, Universitas Tadulako, Jl. Soekarno Hatta Km. 9, Kota Palu, Sulawesi Tengah ,Indonesia, 94118)
Yudi Mujayin (Program Studi Peternakan, Fakultas Peternakan dan Perikanan,, Universitas Tadulako, Jl. Soekarno Hatta Km. 9, Kota Palu, Sulawesi Tengah ,Indonesia, 94118)
syahrir (Program Studi Peternakan, Fakultas Peternakan dan Perikanan,, Universitas Tadulako, Jl. Soekarno Hatta Km. 9, Kota Palu, Sulawesi Tengah ,Indonesia, 94118)
Mardiah Mangun (Program Studi Peternakan, Fakultas Peternakan dan Perikanan,, Universitas Tadulako, Jl. Soekarno Hatta Km. 9, Kota Palu, Sulawesi Tengah ,Indonesia, 94118)



Article Info

Publish Date
31 Aug 2026

Abstract

Kecamatan Sigi Biromaru memiliki potensi besar dalam pengembangan usaha ternak sapi potong, namun masih menghadapi berbagai kendala seperti sistem pemeliharaan yang sederhana, keterbatasan teknologi, kualitas pakan dan bibit yang belum optimal, serta manajemen usaha yang bersifat sambilan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor internal dan eksternal serta menentukan posisi strategis pengembangan usaha ternak sapi potong di wilayah tersebut. Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan kuesioner terhadap 15 informan yang dipilih secara purposive sampling, kemudian dianalisis menggunakan analisis SWOT melalui matriks IFE, EFE, dan IE. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekuatan utama meliputi ketersediaan lahan pekarangan dan populasi ternak yang tinggi, sedangkan kelemahan meliputi tidak adanya kebun rumput, keterbatasan fasilitas kesehatan hewan, dan rendahnya penguasaan teknologi. Peluang berasal dari penerapan inseminasi buatan, program pemerintah, serta pemasaran berbasis media sosial, sementara ancaman meliputi penyakit ternak, alih fungsi lahan, dan fluktuasi harga. Nilai IFE sebesar 2,63 dan EFE sebesar 2,68 menempatkan usaha pada Sel V (hold and maintain), sehingga strategi difokuskan pada pemeliharaan kondisi usaha disertai perbaikan bertahap.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

agrisains

Publisher

Subject

Agriculture, Biological Sciences & Forestry

Description

Bidang Peternakan: Ilmu Peternakan, Sosial Ekonomi Peternakan, Nutrisi dan Makanan Ternak, Teknologi Hasil Ternak, Pembangunan Peternakan, Produksi Ternak, Budidaya Ternak, Produksi dan Teknologi Pakan Ternak, Bioteknologi Peternakan, Sain Veteriner. Bidang Perikanan: Budidaya Perikanan, Pemanfaatan ...