Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis model bisnis produk Yogurt dalam konteks pengembangan agroindustri pedesaan menggunakan pendekatan analisis SWOT dan BCG (Boston Consulting Group). Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif, melalui pengumpulan data primer (wawancara, observasi) dan sekunder (dokumen keuangan, publikasi industri). Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor kekuatan utama Yogurt meliputi ketersediaan bahan baku kedelai lokal, karakteristik produk sehat, dan dukungan pemerintah, sedangkan kelemahan mencakup keterbatasan kapasitas produksi dan distribusi. Analisis BCG menempatkan Yogurt pada posisi “Question Mark”, menandakan peluang pertumbuhan pasar tinggi namun pangsa pasar relatif rendah. Integrasi kedua analisis menghasilkan strategi agresif (SO) berupa peningkatan inovasi produk, digitalisasi pemasaran, dan kolaborasi dengan petani serta koperasi lokal.
Copyrights © 2026