Produksi roti sangat bergantung pada kestabilan suhu dan kelembapan untuk menghasilkan produk yang berkualitas. Suhu yang terlalu rendah akan memperlambat fermentasi ragi, sedangkan suhu yang terlalu tinggi dapat merusaknya. Begitu pula kelembapan yang tidak sesuai akan memengaruhi tekstur dan elastisitas adonan. Untuk mengatasi hal tersebut, penelitian ini merancang sistem pengendalian suhu dan kelembapan secara otomatis menggunakan metode Fuzzy Logic berbasis mikrokontroler Arduino Uno. Sistem ini menggunakan sensor DHT11 untuk membaca suhu dan kelembapan ruangan. Data yang diperoleh diproses melalui algoritma fuzzy yang mengkategorikan input menjadi kondisi seperti “dingin”, “normal”, dan “panas”. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem mampu menjaga suhu dalam rentang 27°C–45°C dan kelembapan antara 70%–90. Berdasarkan hasil inferensi, sistem akan mengaktifkan aktuator berupa kipas DC (pelan, sedang, cepat) dan heater (lampu pijar) akan menunjukkan respon menyala atau padam agar tetap menjaga suhu dalam rentang optimal. Output pengendalian ditampilkan secara real-time melalui LCD 16x2, sehingga operator dapat memantau kondisi suhu dan kelembaban pada ruang produksi roti secara langsung.
Copyrights © 2025