Disparitas implementasi e-government antardaerah di Indonesia mendorong perlunya kajian komparatif untuk mengidentifikasi pola dan faktor penentu keberhasilannya. Penelitian ini menganalisis implementasi e-government di Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Kota Semarang, dan Kabupaten Banyuwangi menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus komparatif dengan kerangka lima indikator smart government. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga daerah menempuh jalur berbeda: Jawa Barat melalui pendekatan top-down dengan skor SPBE 4,73, Semarang melalui masterplan kolaboratif lintas OPD, dan Banyuwangi melalui inovasi bottom-up berbasis komunitas desa dengan IKM 91,50 persen. Penelitian menyimpulkan bahwa keberhasilan e-government ditentukan oleh empat faktor determinan, yaitu komitmen kepemimpinan, ketersediaan infrastruktur TIK, kolaborasi multi-aktor, dan literasi digital masyarakat.
Copyrights © 2026