Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh leverage, likuiditas, aktivitas, dan profitabilitas terhadap financial distress pada perusahaan manufaktur sub sektor food and beverage periode 2020–2023. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan menggunakan pendekatan pustaka. Data sekunder diperoleh dari laporan keuangan resmi Bursa Efek Indonesia. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan manufaktur sub sektor food and beverage yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling dengan kriteria laporan tahunan secara berturut-turut dan menyediakan data lengkap terkait variabel. Berdasarkan kriteria tersebut, diperoleh sampel sebanyak 36 pada perusahaan manufaktur sub sektor food and beverage selama periode 2020–2023, sehingga total observasi dalam penelitian ini berjumlah 144 data, setelah dilakukan outlier sebanyak 38 data, jumlah data yang digunakan dalam analisis akhir adalah sebanyak 106 data. Analisis data dilakukan melalui analisis statistik deskriptif, analisis regresi linier berganda, uji asumsi klasik, koefisien determinasi (adjusted), uji F, serta uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial leverage, likuiditas, profitabilitas berpengaruh terhadap financial distress, sedangkan aktivitas tidak berpengaruh terhadap financial distress. Temuan ini mengindikasikan bahwa potensi kesulitan keuangan (financial distress) suatu entitas lebih sensitif terhadap tingkat profitabilitas, ketersediaan dana likuid, dan besarnya beban utang, dibandingkan tingkat efisiensi pengelolaan asetnya.
Copyrights © 2026