Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora
Vol. 4 No. 4 (2026): Oktober

Makna Batik Mega Mendung Sebagai Simbol Komunikasi Nonverbal Dalam Komunitas Cinta Berkain Indonesia (Persepsi Pemaknaan Motif Batik Mega Mendung Sebagai Komunikasi Non Verbal di Kalangan Anggota Komunitas Cinta Berkain Indonesia Cabang Bandung)

Endah Laelasari (Univeristas Pasundan, Bandung, Indonesia)
Sutrisno (Univeristas Pasundan, Bandung, Indonesia)



Article Info

Publish Date
06 Sep 2026

Abstract

Budaya dan komunikasi sangat berhubungan, dengan adanya perilaku komunikasi menjadi hal yang sangat penting dalam berkomunikasi. Batik Mega Mendung, sebagai bentuk komunikasi non verbal tidak hanya dalam estetika visualnya tetapi juga dalam nilai filosofis yang terkandung di dalamnya. Masyarakat umum, bahkan para pengguna batik, hanya terpaku pada keindahan visualnya tanpa menggali lebih jauh nilai-nilai filosofis yang dijunjung. Edukasi yang memadai mengenai karakteristik dan filosofi di balik motif batik Mega Mendung, sangat penting untuk menumbuhkan apresiasi yang lebih utuh dan pemahaman yang lebih mendalam. Penelitian dilakukan di Komunitas Cinta Berkain Indonesia Cabang Bandung yang bertujuan untuk mengetahui makna Batik Mega Mendung sebagai simbol komunikasi non verbal pada anggota Komunitas Cinta Berkain Indonesia.  Metode penelitian menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif makna Batik Mega Mendung sebagai simbol komunikasi non verbal dalam Komunitas Cinta Berkain Indonesia. Teknik pengumpulan data melalui observasi dan wawancara dengan informan inti, informan ahli dan informan akademisi. Teknik analisis data lapangan menggunakan model Miles dan Huberman yang dari data collection, data reduction, data display dan conclusion drawing/verification. Temuan penelitian hasil wawancara Ketua KCBI Ibu Hj Yeyen bahwa batik merupakan media komunikasi nonverbal karena melalui motif, warna, dan bentuknya, batik dapat menyampaikan pesan tanpa menggunakan kata-kata. Orang yang memahami filosofi batik seperti di Komunitas Cinta Berkain Indonesia hampir semuanya mengetahui nilai atau makna yang ingin disampaikan oleh pembuat maupun pemakainya. Hal ini juga berlandasakan pada teori Model SPEAKING Dell Hymes menunjukkan bahwa batik tidak hanya dipahami sebagai karya seni berupa kain bermotif, juga sebagai media komunikasi nonverbal yang mengandung nilai budaya, identitas, norma, dan pesan sosial masyarakat. Setiap unsur dalam motif batik memiliki konteks dan makna yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat pembuat maupun pemakainya

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

isihumor

Publisher

Subject

Religion Humanities Economics, Econometrics & Finance Electrical & Electronics Engineering Languange, Linguistic, Communication & Media Law, Crime, Criminology & Criminal Justice

Description

Social Sciences: Anthropology, Asian Studies, Economics and Management, Education, Communication, Demography, Development, Gender Studies, Government & Public Policy, Human Ecology, International Relations, Media Studies, Peace and Conflict, Library Science, Political Science, Science, Technology & ...