Pembelajaran pengenalan organ tubuh manusia bagi anak berkebutuhan khusus (ABK) di SLB Yayasan Panca Duo masih menggunakan media sederhana sehingga minat dan pemahaman siswa belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan menerapkan aplikasi pembelajaran interaktif berbasis metode Game Based Learning (GBL) untuk pengenalan organ tubuh manusia, serta mengukur efektivitasnya terhadap peningkatan pemahaman siswa. Pengembangan aplikasi menggunakan model Multimedia Development Life Cycle (MDLC) yang meliputi tahap concept, design, material collecting, assembly, testing, dan distribution, dengan perancangan sistem menggunakan UML (Use Case Diagram dan Activity Diagram). Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan studi pustaka. Subjek penelitian adalah 22 siswa kelas 4-6 SD di SLB Yayasan Panca Duo yang dipilih menggunakan teknik sampling jenuh. Efektivitas aplikasi diukur melalui pretest dan posttest, kemudian dianalisis menggunakan uji Paired Sample t-Test dan uji N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan nilai rata-rata dari 36,06 (pretest) menjadi 63,03 (posttest). Hasil uji t menunjukkan nilai t hitung sebesar 21,43 lebih besar dari t tabel 2,080 pada taraf signifikansi 5%, sehingga H0 ditolak dan H1 diterima, yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara nilai pretest dan posttest. Nilai N-Gain yang diperoleh sebesar 0,42 termasuk dalam kategori sedang. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa aplikasi pembelajaran interaktif berbasis Game Based Learning efektif dalam meningkatkan pemahaman anak berkebutuhan khusus terhadap materi pengenalan organ tubuh manusia.
Copyrights © 2026