Pacific Performing Arts Review
Vol. 1 No. 2 (2025):

Musik Gesek Auwkwilka: Transformasi Dari Kotak Kapur Makan Pinang (Aukong) Menjadi Musik Gesek (Auwkwilka)

Alfred Titus Modouw (Institut Seni Budaya Indonesia Tanah Papua)
Markus Rumbino (Institut Seni Budaya Indonesia Tanah Papua)
Sara D Purba (Institut Seni Budaya Indonesia Tanah Papua)



Article Info

Publish Date
01 Jan 2026

Abstract

Kajian ini mengenai musik gesek auwkwilka yang hidup dalam seni budaya Suku Sentani di Timur Danau Sentani. Bagi Suku Sentani musik gesek auwkwilka merupakan hasil kreatif dan transformatif dari kotak kapur makan pinang (aukung) menjadi musik gesek (auwkwilka). Proses transformatif itu telah terjadi sejak masa Leluhur Suku Sentani. Proses pembuatan auwkwilka dan proses penggunaannya mendapat perhatian khusus dari peneliti, sebagaliknya aspek lain terkait musik gesek auwkwilka, seperti makna filosofis, ekologis, psikologis, kosmos. Musik gesek auwkwilka dimainkan sambil makan pinang dan dipergunakan dalam momentum budaya untuk penyambutan tamu-tamu terhormat untuk mengekspresikan kekayaan sang musik gesek auwkwilka. Metode penelitian yang digunakan dalam kajian ini adalah metode deskriptif kualitatif untuk meneliti kekayaan musik gesek auwkwilka pada Suku Sentani di Distrik Heram kota Jayapura Provinsi Papua.

Copyrights © 2025






Journal Info

Abbrev

ppar

Publisher

Subject

Description

Pacific Performing Arts Review [ISSN 3124-4777] is an international, peer-reviewed journal dedicated to the study and practice of performing arts in the Pacific. It focuses on embodied, live, and mediated forms of expression across the region, including Papua, Cook Islands, Federated States of ...