Pemanfaatan sumber daya ikan melebihi kapasitas regeneratif, dengan degradasi stok ikan akibat overfishing dan IUU Fishing. Nelayan kecil menghadapi keterbatasan teknologi, infrastruktur, dan modal, yang mendorong praktik penangkapan yang tidak berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa Strategi Pengelolaan Perikanan Berbasis Penangkapan Ikan Terukur Dalam Pembangunan Sumber Daya Perikanan Berkelanjutan Di Indonesia. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif Systematic Literature Review (SLR). Hasil penelitian menunjukkan novelty Penelitian ini memperkenalkan beberapa elemen inovatif yang membedakan kebijakan PIT dengan pendekatan pengelolaan perikanan sebelumnya di Indonesia. Pertama, pergeseran dari kontrol input (membatasi izin kapal) ke kontrol output berbasis kuota memberikan solusi yang lebih efektif untuk mencegah penangkapan ikan berlebihan dan fenomena "race-to-fish". Kedua, model pendapatan pasca produksi, di mana retribusi dikumpulkan setelah tangkapan, meringankan beban keuangan nelayan skala kecil, mempromosikan keadilan dalam industri. Aspek baru lainnya adalah integrasi teknologi digital, seperti Skema Dokumentasi Tangkapan (CDS) dan platform pemasaran digital, meningkatkan transparansi dan akses pasar. Selain itu, keselarasan kebijakan PIT dengan prinsip-prinsip Ekonomi Biru menekankan konservasi ekosistem sekaligus memastikan keberlanjutan ekonomi. Terakhir, pengelolaan adaptif berdasarkan zonasi ekologis dan upaya pemulihan stok memastikan pendekatan yang seimbang antara eksploitasi dan konservasi, kemajuan strategis dalam pengelolaan perikanan Indonesia.
Copyrights © 2025