Kabupaten Barru memiliki potensi perikanan tangkap yang besar, salah satunya dengan penggunaan alat tangkap bagan perahu. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis dan jumlah komposisi hasil tangkapan bagan perahu berdasarkan titik koordinat di tiga lokasi berbeda: Perairan Tanete Rilau, Sumpang Binangae, dan Takkalasi. Penelitian dilaksanakan pada Juli–September 2024, menggunakan metode survei lapangan dan wawancara dengan nelayan serta pengepul. Data dianalisis secara deskriptif dan kuantitatif menggunakan uji ANOVA. Hasil menunjukkan bahwa jenis ikan yang dominan tertangkap adalah ikan teri (Stolephorus sp.) sebanyak 6.342 kg, ikan layang (Decapterus sp.) sebanyak 2.236 kg, dan ikan layur (Trichiurus sp.) sebanyak 315 kg. Lokasi dengan hasil tangkapan tertinggi adalah Takkalasi (4.095 kg), disusul Tanete Rilau (3.161 kg), dan terendah di Sumpang Binangae (1.637 kg). Meskipun terdapat variasi jumlah hasil tangkapan antar lokasi, hasil uji statistik menunjukkan perbedaan tidak signifikan (p > 0,05). Temuan ini menunjukkan bahwa komposisi hasil tangkapan dipengaruhi oleh faktor musim, perilaku ikan terhadap cahaya, dan kesesuaian habitat, bukan semata-mata letak koordinat geografis. Penelitian ini memberikan informasi penting bagi upaya optimalisasi alat tangkap dan pengelolaan perikanan yang berkelanjutan di wilayah pesisir Kabupaten Barru.
Copyrights © 2025